Melihat Resiko dalam Investasi Properti

share on:
EMKA Architect. Saat ini banyak orang yang suka menginvestasikan uangnya daripada untuk sekadar belanja-belanja saja, dan investasi yang seringkali di lirik adalah bidang properti, karena nilainya yang senantiasa naik setiap tahunya, maka langkah yang tepat bila anda investasi di bidang properti, dengan bangun rumah, bangun kost-kost-an, bangun gedung dll. Menjadi pertanyaan adalah apakah jenis investasi ini memiliki nilai resiko?, setiap investasi pasti memiliki resiko, namun besarkah nilai resikonya..??. Di ambil dari laman asialandproperty.com, berikut penjelasanya :
1. kurang liquid, artinya saat kita membutuhkan uang cash dalam waktu cepat kita tidak akan dapat menjualnya secepat menjual emas atau saham. Solusinya adalah dijaminkan ke bank untuk mendapat pinjaman dana sambil menunggu properti itu laku.
2. Legalitasnya bermasalah, sering kali karena kurangnya informasi dan pengalaman membuat orang yang ingin berinvestasi di properti malah mengalami kerugian. Solusinya, anda harus lebih cermat dalam memeriksa kelengkapan dan kebenaran suatu dokumen yang berkaitan dengan properti tersebut sebelum bertransaksi. Hubungi notaris , pengacara atau konsultan properti anda.
3. Properti yang anda bangun untuk memperoleh hasil sewa ternyata tidak laku disewakan, ini cukup jarang ditemui di wilayah yang permintaan propertinya tinggi seperti Bali dan Jabodetabek. Namun untuk daerah-daerah lain hal ini lumayan sering terjadi. Solusinya adalah pelajari karakter penyewa di wilayah properti anda dibangun, apakah mereka mahasiswa, orang kantoran atau keluarga. Salah segmen bisa menyebabkan properti anda susah mendapatkan penyewa. Hal ini juga berlaku untuk mereka yang membangun mall dan perlu penyewa.
4. Resiko limitasi, artinya walopun lokasi untuk pengembangan bagus, namun harus tetap melihat berapa sebenarny kebutuhan akan properti baru disana. Jangan sampai, karena saking semangat, anda sebagai developer malah membangun 500 unit rumah padahal kebutuhannya 150 unit sehingga banyak unit yang tidak laku dan malah kosong. Ini bisa menurunkan image perumahan anda dan tentunya kerugian materiil dari unit-unit yang tidak laku. Solusinya survey pasar terlebih dahulu menggunakan data-data konsultan properti independen dan data-data statistik dari dinas pemerintah yang terkait dengan rencana pengembangan kawasan perumahan.
Facebook Comments